MANAJEMEN
KURIKULUM
Makalah disusun sebagai pemenuhan tugas Mata Kuliah
Manajemen Pendidikan
Disusun oleh :
Isnaeny Rizqi Meylina Damayanti :1601070002
Syifa Rahmah :1601070010
Anggi Miftah Fadilah :1601070009
Nurdiana Ismawati :1601070019
Aulia Ayu
Nanda :1601070027
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
|
|
KATA
PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT, atas segala karuniaNya sehingga dapat terselesaikan penulisan makalah
yang berjudul “Manajemen Kurikulum“. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah
Manajemen Pendidikan.
Dalam
penulisan makalah ini penulis mendapat dorongan bimbingan dan bantuan dari berbagai
pihak.Untuk itu yang pertama penulis mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT
karena berkat rahmat serta hidayahNya kami selaku penulis dapat menyelesaikan makalah
ini tepat waktu serta orang tua kami yang selalu memberikan doa serta dorongan kepada
kami, tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Semoga dorongan, bimbingan, dan bantuan yang telah diberikan tercatat sebagai amal kebaikan yang diridloi oleh Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, kesalahan, dan jauh dari kesempurnaan, namun penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Purwokerto,
31 januari 2017
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
ii
DAFTAR ISI
iii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1
2.1 Rumusan Masalah
1
3.1 Tujuan ...........................................................................................................................2
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kurikulum ..................................................................................................3
2.2 Pola – Pola
Pengorganisasian Kurikulum......................................................................4
2.3 Kegiatan –
Kegiatan Manajemen
Pendidikan...............................................................7
2.4 Struktur
Program Kurikulum ......................................................................................
8
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan..................................................................................................................10
3.2 Saran ...........................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................11
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada
zaman dahulu pendidikan anak sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab orang
tua.Dalam keluarga anak dibimbing dan dididik untuk mengasai pengetahuan dan
keterampilan hidup sderhana. Lambat laun, seiring dengan kemajuan masyarakat
dan ilmu pengetahuan , orang tua tidak mampu lagi menangani pendidikan bagi
para anak-anaknya sendiri. Untuk itu sebagian dari tugas anak diserahkan kepada
pihak lain yang diselenggarakan disekolah.
Pendidikan
anak merupakan tanggung jawab bersama dari orangtua, sekolah dan
masyarakat.Namun ada perbedaan dari fungsi utama sekolah.Pendapat pertama
menyatakan bahwa sekolah sebagai lembaga kebudayaan. Pihak lain berpendapat
bahwa fungsi utama sekolah adalah pembinaan dan pengembangan semua potensi
individu. Pendapat terakhir sekolah harus berfungsi sebagai pendidikan formal
sesuai dengan tujuan pendidikan nasional di Indonesia.
Adapun tujuan
pendidikan, isi, bahan metode dan evaluasi hasil belajar dirancang menjadi
suatu programkegiatan pendidikan berupa
kurikulum. Kurikulum sebagai tujuan-tujuan pendidikan tertentu, mempunyai peranan yang sentral dalam
penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Pendidiklah yang menjadi penanggung
jawab untuk menjabarkan kurikulum tertulis menjadi kegiatan belajar
mengajar.Dalam melaksanakan kurikulum, pendidik juga diharapkan dapat bertindak
sebagai peneliti dan evaluator terhadap komponen-komponen kurikulum yang ada
dan memberikan masukan untuk perbaikan kurikulum bila diperlukan. Oleh karena
itu kurikulum juga merupakan salah satu factor
keberhasilan suatu proses belajar mengajar sehingga memanajemen
kurikulum juga perlu dilakukan dengan baik dan benar.
2.1 Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud kurikulum?
2.
Apa saja pola pengorganisasian
kurikulum?
3.
Apa saja kegiatan-kegiatan manajemen
kurikulum?
4.
Apa saja struktur struktur program
kurikulum?
3.1 Tujuan
1.
Mengetahui apa pengertian kurikulum
2.
Mengetahui apa saja pola-pola
pengorganisasian kurikulum
3.
Mengetahui apa saja kegiatan-kegiatan
manajemen kurikulum
4.
Mengetahui Apa saja struktur struktur
program kurikulum
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kurikulum
Istilah kurikulim pada zamanYunani Kuno,
berasal dari dua kata “ Curere” yang berarti “ tempat pertandingan “ Kurir yang berarti pelari yang bertugas
menyampaikan berita dari suatu tempat ketempat lain. Kurikulum diartikan “
jarak yang ditempuh dalam suatu perlombaan lari “ atau “ race cource “. Analog
dengan makna tersebut, kurikulum dalam pendidikan, diartikan sebagai sebagai
sejumlah mata pelajaran dan materi yang harus dikuasai peserta didik untuk
memperoleh ijazah tertentu.Dengan pengertian ini, kurikulum digunakan untuk
pertama kali dalam bidang pendidikan.Dalam
pengertian sempit, kurikulum dibagi menjadi dua yaitu (a) isi kurikulum,
adalah mata pelajaran dan materi yang disajikan sekolah kepada peserta didik.
(b) tujuan kurikulum adalah agar peserta didik mengasai sejumalah mata
pelajaran, yang disimbolkan dengan bentuk “ ijazah “.
Kadang-kadang orang menyebut kurikulum
adalah “ rencana pendidikan dan pengajaran “ atau lebih singkat lagi “ program
pendidikan “. Namu ada beberapa pendapat para cendekiawan tentang pengertian
dari kurikulum diantaranya adalah
1. Macdonal,1965. Kurikulum adalah rencana kegiatan untuk
menuntun pengajaran
2. Beauchamp,
1981. Kurikulum adalah dokumen tertulis yang memuat rencana untuk pendidikan peserta didik selama belajar
disekolah
3. Hilda
Taba, 1962. Kurikulum adalah pengalaman belajar.
4. Krugumi,
1956. Kurikulum adalah semua cara yang ditempuh sekolah agar peserta didik
memperoleh pengalaman belajar yang diinginkan.
Pengertian-pengertian kurikulum
tersebut, pada dasarnya telah tercakup dalam
pengertian kurikulum menurut UU No. 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta
cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.
2.2 Pola –Pola Pengorganisasian
Kurikulum
Organisasi kurikulum adalah pola atau
bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Organisasi kurikulum sangat erat berhubungan dengan tujuan pendidikan yang
hendak dicapai karena pola-pola yang berbeda akan mengakibatkan ini dan cara
penyampaian pelajaran berbeda pula ( Prof. Dr. Nasution 1980 ).
Pola-pola pengorganisasian kurikulum ada
banyak macamnya tetapi yang perlu dikemukakan pada kesempatan ini adalah
a. Separated Subject Curriculum
Kurikulum ini menyajikan segala bahan pelajaran
dalam berbagai macam mata pelajaran yang terpisah-pisah satu sama lain,
seakan-akan ada batas pemisah antara mata pelajaran yang satu dengan yang
lain,juga antara satu kelas dengan kelas yang lain. Contoh: sekolah rakyat 6
tahun ( sekolah dasar ) yang terdiri dari ilmu tumbuh-tumbuhan, ilmu hewan,
ilmu tubuh manusia, ilmu kesehatan dan masih ada juga ilmu alam. Namun semua mata pelajar diintegrasikan sebagaiIlmu
Pengetahuan Alam ( IPA ) untuk sekarang
digolongkan menjadiSeparated Subject Curriculum memiliki kelelibahan dalam
praktik pendidikam di sekolah yakni :
a) Bahan
ajar disajikan secara sistematis dan logis
b) Organisasi
ini sederhana, mudah disusun, mudah ditambah atau dikurangi jumlah pelajaran
yang diperlukan
c) Penilaian
lebih mudah
d) Kurikulum
ini memudahkan pendidik dalam melaksanakan pengajaran
Separated
Subject Curriculum juga mendapat kritikan diantaranya adalah
a) Mata
pelajaran terlepas satu sama lain
b) Tidak
atau kurang memperhatikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari
c) Dari
sudut psikologi kurikulum mengandung kelemahan
d) Kurikulum
ini cenderung statis dan ketinggalan dari perkembangan zaman
b.
Correlated
Curriculum
Pada dasarnya organisasi kurikulum ini menghendaki
agar mata pelajaran satu sama lain ada hubungan, bersangkut paut walapun
mungkin batasan-batasan yang satu dengan yang lain, masih dipertahankan.
Correlated
Curriculum memiliki dampak positf yaitu :
a) Dengan
korelasi pengetahuin murid lebih integral,tidak terlepas-lepas
b) Dengan
melihat hubungan erat antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran yang
lain, minat murid bertambah
c) Korelasi
memberikan pengertian yang luas dan mendalam karena memandang dari berbagai
sudut
d) Dengan
krelasi maka yang diutamakan adalah pengertiandan prinsip-prinsip bukan
pengetahuan akan fakta
Correlated
Curriculum juga memiliki kekurangan diantaranya adalah :
a) Sulit
untuk menghubungkan dengan masalah-masalah hangat dalam kehidupan sehari-hari
sebab dasarnya subject contered
b) Broad
fields tidak memberikan pengetahuan yang sistematis dan mendalam untuk suatu
mata pelajaran sehingga hal ini dipandang kurang cukup untuk bekal mengikuti
pelajaran diperguruan tinggi.
c.
Integrated
curriculum
Integrated curriculum meniadakan batasan-batasan
antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit
atau keseluruhan. Adapun kelebihan dari Integrated curriculumadalah :
a) Segala
sesuatu yang dipelajari anak merupakan inti yang berikatan erat, bukan fakta
yang terlepas dari satu sama lain
b) Kurikulum
ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tenang belajar, murid dihadapkan
pada masalah yang berarti dalam kehidupan mereka
c) Kurikulum
ini memungkinkan hubungan yang erat sekolah dengan masyarakat
d) Aktivitas
pesrtadidik meningkat karena dirangsang untuk berpikir sendiri dan bekerja
sendiriatau bekerj dengan kelompok
e) Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat,
kesanggupan, dan kematangan pesertadidik.
Adapun
kekurangan dari Integrated curriculum adalah :
a) Pendidik
belum disiapkan untuk untuk melaksanakan kurikulum ini.
b) Kurikulum ini tidak mempunyai organisasi
yang sistematis.
c) Kurikulum
ini memberatkan tugas pendidik.
d) Kurikulum
ini tidak memungkinkan ujian umum sebab tidak ada uniformalitas
disekolah-sekolah satu sama lain.
e) Anak-anak
diragukan untuk bisa diajak menetukan kurikulum.
f) Pada
umumnya kondisi sekolah-sekolah masih kekurangan alat-alat untuk melaksanakan
kurikulum ini.
Namun di negara
kita sedang berkembang kurikulum Integrated curriculum yaitu kurikulum 2013 karena didalam kurikulum
tersebut mengharuskan peserta didik untuk berfikir dan bekerja sendiri atau
bekerja dengan kelompok.
2.3 Kegiatan – Kegiatan
Manajemen Pendidikan
Kegiatan manajemen pendidikan
dititkberatkan pada usaha-usaha pembinaan situasi belajar-mengajar disekolah
agar selalu terjamin kelancarannya. Kegiatan manajemen kuruikulum yang
terpenting adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan yang berhubungan dengan
tugas guru
Kegiatan ini meliputi :
a) Pembagian
tugas mengajar
b) Pembagian
tugas/ tangung jawab dalam membina ekstrakulikuler
c) Koordinasi
penyusunan persiapan mengajar
b. Kegiatan yang berhubungan dengan
proses pelaksanaan belajar mengajar
Kegiatan
ini meliputi :
a) Penyusunan
jadwal pembelajaran
b) Penyususnan
program ( rencana ) berdasarkan satuan waktu tertentu ( caturwulan, semesteran,
tahunan )
c) Pengisian
daftar kemajuan murid
d) Penyelenggaraan
evaluasi hasil belajar
e) Laporan
hasil evaluasi
f) Kegiatan
bimbingan penyuluhan
2.4 Struktur Program Kurikulum
Dari beberapa sumber
terutama Surat-Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia tentang Pembakuan Kurikulum misalnya:
No.
008/C/D/1975 tentang Pembakuan Kurikulum SD
No.
008/C/D/1975 tentang Pembakuan Kurikulum SMP
No.
008/C/D/1975 tentang Pembakuan Kurikulum SMA
Kita jumpai bahwa kurikulum pada garis besarnya
diperinci dalam beberapa program pendidikan.Untuk sekolah-sekolah umum program
pendidikan itu meliputi 3 macam.
a.
Program pendidikan umum
b.
Program akademis, yang memberikan
dasar-dasar untuk melanjutkan studi.
c.
Program pendidikan keterampilan.
Sehubungan dengan struktur program ini ada beberapa
hal yang perlu dipahami yaitu :
a.
GBPP ( Garis-Garis Besar Program
Pengajaran )
Keseluruhan
program pengajaran yang terdiri dari tujuan-tujuan kurikuler, tujuan
instruksional, dengan ruang lingkup bahan-bahan pengajaran yang disusun secara
berurutan dan disusun menurut jangka waktu tertentu.
b. Jam
Pelajaran
Waktu pemberian jam
pelajaran yang berlangsung 45 menit untuk sekolah-sekolah lanjutan, di SD kelas
I dan kelas II hanya 30 menit sedangkan pada kelas III sampai VI 40 menit.
c. Semester
Satuan waktu
pemberian jam pelajaran yang berlangsung selama 120 hari belajar efektif,
sedangkan pengertian “ caturwulan “ yang digunakan di SD adalah satuan waktu
yang berlangsung rata-rata 80 hari belajar
efektif.
d. Program
Pendidikan Umum
Program
pendidikan yang diberikan kepada semua siswa yang mencakup pendidikan moral
Pancasila yang berfungsi sebagai pembinaan warga Negara yang baik jadi program
umum wajub diikuti oleh siswa.
e.
Program Pendidikan Akademis
Program
pendidikan yang diperlukan sebagai dasar untuk melanjutkan studi ketingkat
pendidikan selanjutnya.
f.
Program Pendidikan Keterampilan
Pogram pendidikan yang
dapat dipilih siswa ( keterampilan bebas ) dan ada
juga yang bersifat terikat.
g.
Program Pendidikan Kejuruan
Program
yang wajib diikuti siswa sesuai dengan jurusannya dan program ini terdiri atas
dasar kejuruan, teori dan praktik kejuruan.
BAB 3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Berdasarkan dari makalah yang telah disusun maka dapat
disimpulkan bahwa kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
belajar-mengajar. Sementara pola-pola pengorganiasian terdiri dari , Separated
Subject Curriculum, Correlated Curriculum, Integratet curriculum adapun kegiatan-kegiatan manajemen
kurikulum terbagi menjadi dua yaitu
kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas
guru dan kegiatan yang erat kaitannya dengan proses belajar-mengajar.
3.2 SARAN
Dalam
makalah yang telah penulis susun masih banyak terdapat kekurangan, baik dari
segi bahasa, susunan,
maupun dari segi keterbatasan literatur. Oleh kerena itu, pembaca diharapkan
untuk menambah dan melengkapi makalah tentang “ Manajemen Kurikulum “ dari
makalah berikutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Sugandhi,Achmad, Drs,dkk.1996. Belajar dan Pembelajaran..Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Fakultas Ilmu
Pendidikan : Semarang
Suryosubroto, B, Drs . 2010. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Rinaka
Cipta : Jakarta
Beauchamp,
1981
Hilda
Taba, 1962
Krugumi, 1956
Macdonal,1965