Jumat, 17 Februari 2017

makalah manajemen kurikulum


MANAJEMEN KURIKULUM


Makalah disusun sebagai pemenuhan tugas Mata Kuliah
Manajemen Pendidikan




Disusun oleh :
Isnaeny Rizqi Meylina Damayanti :1601070002
Syifa Rahmah                                   :1601070010
Anggi Miftah Fadilah                      :1601070009
Nurdiana Ismawati                          :1601070019
Aulia Ayu  Nanda                            :1601070027




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

2017
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala karuniaNya sehingga dapat terselesaikan penulisan makalah yang berjudul “Manajemen Kurikulum“. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Manajemen Pendidikan.
Dalam penulisan makalah ini penulis mendapat dorongan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak.Untuk itu yang pertama penulis mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT karena berkat rahmat serta hidayahNya kami selaku penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu serta orang tua kami yang selalu memberikan doa serta dorongan kepada kami, tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.    
Semoga dorongan, bimbingan, dan bantuan yang telah diberikan tercatat sebagai amal kebaikan yang diridloi oleh Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, kesalahan, dan jauh dari kesempurnaan, namun penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
                                                                                         
                                                                                    Purwokerto, 31 januari 2017      








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
2.1 Rumusan Masalah 1
3.1 Tujuan ...........................................................................................................................2
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kurikulum ..................................................................................................3
2.2 Pola – Pola Pengorganisasian Kurikulum......................................................................4
2.3 Kegiatan – Kegiatan Manajemen Pendidikan...............................................................7
2.4 Struktur Program Kurikulum ...................................................................................... 8
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan..................................................................................................................10
3.2 Saran ...........................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA  ....................................................................................................11














BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pada zaman dahulu pendidikan anak sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab orang tua.Dalam keluarga anak dibimbing dan dididik untuk mengasai pengetahuan dan keterampilan hidup sderhana. Lambat laun, seiring dengan kemajuan masyarakat dan ilmu pengetahuan , orang tua tidak mampu lagi menangani pendidikan bagi para anak-anaknya sendiri. Untuk itu sebagian dari tugas anak diserahkan kepada pihak lain yang diselenggarakan disekolah.
Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama dari orangtua, sekolah dan masyarakat.Namun ada perbedaan dari fungsi utama sekolah.Pendapat pertama menyatakan bahwa sekolah sebagai lembaga kebudayaan. Pihak lain berpendapat bahwa fungsi utama sekolah adalah pembinaan dan pengembangan semua potensi individu. Pendapat terakhir sekolah harus berfungsi sebagai pendidikan formal sesuai dengan tujuan pendidikan nasional di Indonesia.
Adapun tujuan pendidikan, isi, bahan metode dan evaluasi hasil belajar dirancang menjadi suatu programkegiatan  pendidikan berupa kurikulum. Kurikulum sebagai tujuan-tujuan pendidikan tertentu,  mempunyai peranan yang sentral dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Pendidiklah yang menjadi penanggung jawab untuk menjabarkan kurikulum tertulis menjadi kegiatan belajar mengajar.Dalam melaksanakan kurikulum, pendidik juga diharapkan dapat bertindak sebagai peneliti dan evaluator terhadap komponen-komponen kurikulum yang ada dan memberikan masukan untuk perbaikan kurikulum bila diperlukan. Oleh karena itu kurikulum juga merupakan salah satu factor  keberhasilan suatu proses belajar mengajar sehingga memanajemen kurikulum juga perlu dilakukan dengan baik dan benar.

2.1  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud kurikulum?
2.      Apa saja pola pengorganisasian kurikulum?
3.      Apa saja kegiatan-kegiatan manajemen kurikulum?
4.      Apa saja struktur struktur program kurikulum?

3.1  Tujuan
1.      Mengetahui apa  pengertian kurikulum
2.      Mengetahui apa saja pola-pola pengorganisasian kurikulum
3.      Mengetahui apa saja kegiatan-kegiatan manajemen kurikulum
4.      Mengetahui Apa saja struktur struktur program kurikulum




















BAB 2
PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Kurikulum
Istilah kurikulim pada zamanYunani Kuno, berasal dari dua kata “ Curere” yang berarti “ tempat pertandingan “  Kurir yang berarti pelari yang bertugas menyampaikan berita dari suatu tempat ketempat lain. Kurikulum diartikan “ jarak yang ditempuh dalam suatu perlombaan lari “ atau “ race cource “. Analog dengan makna tersebut, kurikulum dalam pendidikan, diartikan sebagai sebagai sejumlah mata pelajaran dan materi yang harus dikuasai peserta didik untuk memperoleh ijazah tertentu.Dengan pengertian ini, kurikulum digunakan untuk pertama kali dalam bidang pendidikan.Dalam  pengertian sempit, kurikulum dibagi menjadi dua yaitu (a) isi kurikulum, adalah mata pelajaran dan materi yang disajikan sekolah kepada peserta didik. (b) tujuan kurikulum adalah agar peserta didik mengasai sejumalah mata pelajaran, yang disimbolkan dengan bentuk “ ijazah “.
Kadang-kadang orang menyebut kurikulum adalah “ rencana pendidikan dan pengajaran “ atau lebih singkat lagi “ program pendidikan “. Namu ada beberapa pendapat para cendekiawan tentang pengertian dari kurikulum diantaranya adalah
1.      Macdonal,1965.  Kurikulum adalah rencana kegiatan untuk menuntun pengajaran
2.      Beauchamp, 1981. Kurikulum adalah dokumen tertulis yang memuat rencana  untuk pendidikan peserta didik selama belajar disekolah
3.      Hilda Taba, 1962. Kurikulum adalah pengalaman belajar.
4.      Krugumi, 1956. Kurikulum adalah semua cara yang ditempuh sekolah agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang diinginkan.
Pengertian-pengertian kurikulum tersebut, pada dasarnya telah tercakup dalam  pengertian kurikulum menurut UU No. 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.

2.2  Pola –Pola Pengorganisasian Kurikulum
Organisasi kurikulum adalah pola atau bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik. Organisasi kurikulum sangat erat berhubungan dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai karena pola-pola yang berbeda akan mengakibatkan ini dan cara penyampaian pelajaran berbeda pula ( Prof. Dr. Nasution 1980 ).
Pola-pola pengorganisasian kurikulum ada banyak macamnya tetapi yang perlu dikemukakan pada kesempatan ini adalah
a.      Separated Subject Curriculum
Kurikulum ini menyajikan segala bahan pelajaran dalam berbagai macam mata pelajaran yang terpisah-pisah satu sama lain, seakan-akan ada batas pemisah antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain,juga antara satu kelas dengan kelas yang lain. Contoh: sekolah rakyat 6 tahun ( sekolah dasar ) yang terdiri dari ilmu tumbuh-tumbuhan, ilmu hewan, ilmu tubuh manusia, ilmu kesehatan dan masih ada juga ilmu alam. Namun  semua mata pelajar diintegrasikan sebagaiIlmu Pengetahuan Alam ( IPA )  untuk sekarang digolongkan menjadiSeparated Subject Curriculum memiliki kelelibahan dalam praktik pendidikam di sekolah yakni :
a)      Bahan ajar disajikan secara sistematis dan logis
b)      Organisasi ini sederhana, mudah disusun, mudah ditambah atau dikurangi jumlah pelajaran yang diperlukan
c)      Penilaian lebih mudah
d)     Kurikulum ini memudahkan pendidik dalam melaksanakan pengajaran
Separated Subject Curriculum juga mendapat kritikan diantaranya adalah
a)      Mata pelajaran terlepas satu sama lain
b)      Tidak atau kurang memperhatikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari
c)      Dari sudut psikologi kurikulum mengandung kelemahan
d)     Kurikulum ini cenderung statis dan ketinggalan dari perkembangan zaman

b.      Correlated Curriculum
Pada dasarnya organisasi kurikulum ini menghendaki agar mata pelajaran satu sama lain ada hubungan, bersangkut paut walapun mungkin batasan-batasan yang satu dengan yang lain, masih dipertahankan.
Correlated Curriculum memiliki dampak positf yaitu :

a)      Dengan korelasi pengetahuin murid lebih integral,tidak terlepas-lepas
b)      Dengan melihat hubungan erat antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran yang lain, minat murid bertambah
c)      Korelasi memberikan pengertian yang luas dan mendalam karena memandang dari berbagai sudut
d)     Dengan krelasi maka yang diutamakan adalah pengertiandan prinsip-prinsip bukan pengetahuan akan fakta
Correlated Curriculum juga memiliki kekurangan diantaranya adalah :
a)      Sulit untuk menghubungkan dengan masalah-masalah hangat dalam kehidupan sehari-hari sebab dasarnya subject contered
b)      Broad fields tidak memberikan pengetahuan yang sistematis dan mendalam untuk suatu mata pelajaran sehingga hal ini dipandang kurang cukup untuk bekal mengikuti pelajaran diperguruan tinggi.

c.       Integrated curriculum
Integrated curriculum meniadakan batasan-batasan antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Adapun kelebihan dari Integrated curriculumadalah :
a)      Segala sesuatu yang dipelajari anak merupakan inti yang berikatan erat, bukan fakta yang terlepas dari satu sama lain
b)      Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tenang belajar, murid dihadapkan pada masalah yang berarti dalam kehidupan mereka
c)      Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat sekolah dengan masyarakat
d)     Aktivitas pesrtadidik meningkat karena dirangsang untuk berpikir sendiri dan bekerja sendiriatau bekerj dengan kelompok
e)      Kurikulum  ini mudah disesuaikan dengan minat, kesanggupan, dan kematangan pesertadidik.
Adapun kekurangan dari Integrated curriculum adalah :
a)      Pendidik belum disiapkan untuk untuk melaksanakan kurikulum ini.
b)      Kurikulum ini tidak mempunyai organisasi yang sistematis.
c)      Kurikulum ini memberatkan tugas pendidik.
d)     Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum sebab tidak ada uniformalitas disekolah-sekolah satu sama lain.
e)      Anak-anak diragukan untuk bisa diajak menetukan kurikulum.
f)       Pada umumnya kondisi sekolah-sekolah masih kekurangan alat-alat untuk melaksanakan kurikulum ini.
Namun di negara kita sedang berkembang  kurikulum Integrated curriculum  yaitu kurikulum 2013 karena didalam kurikulum tersebut mengharuskan peserta didik untuk berfikir dan bekerja sendiri atau bekerja dengan kelompok.

2.3  Kegiatan – Kegiatan Manajemen Pendidikan
Kegiatan manajemen pendidikan dititkberatkan pada usaha-usaha pembinaan situasi belajar-mengajar disekolah agar selalu terjamin kelancarannya. Kegiatan manajemen kuruikulum yang terpenting adalah sebagai berikut :
a.      Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru
Kegiatan ini meliputi :
a)      Pembagian tugas mengajar
b)      Pembagian tugas/ tangung jawab dalam membina ekstrakulikuler
c)      Koordinasi penyusunan persiapan mengajar
b.      Kegiatan yang berhubungan dengan proses pelaksanaan belajar mengajar
Kegiatan ini meliputi :
a)      Penyusunan jadwal pembelajaran
b)      Penyususnan program ( rencana ) berdasarkan satuan waktu tertentu ( caturwulan, semesteran, tahunan )
c)      Pengisian daftar kemajuan murid
d)     Penyelenggaraan evaluasi hasil belajar
e)      Laporan hasil evaluasi
f)       Kegiatan bimbingan penyuluhan



2.4  Struktur Program Kurikulum
Dari beberapa sumber terutama Surat-Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Pembakuan Kurikulum misalnya:
No. 008/C/D/1975 tentang Pembakuan Kurikulum SD
No. 008/C/D/1975 tentang Pembakuan Kurikulum SMP
No. 008/C/D/1975 tentang Pembakuan Kurikulum SMA
Kita jumpai bahwa kurikulum pada garis besarnya diperinci dalam beberapa program pendidikan.Untuk sekolah-sekolah umum program pendidikan itu meliputi 3 macam.
a.       Program pendidikan umum
b.      Program akademis, yang memberikan dasar-dasar untuk melanjutkan studi.
c.       Program pendidikan keterampilan.
Sehubungan dengan struktur program ini ada beberapa hal yang perlu dipahami yaitu :
a.       GBPP ( Garis-Garis Besar Program Pengajaran )
Keseluruhan program pengajaran yang terdiri dari tujuan-tujuan kurikuler, tujuan instruksional, dengan ruang lingkup bahan-bahan pengajaran yang disusun secara berurutan dan disusun menurut jangka waktu tertentu.
b.      Jam Pelajaran
Waktu pemberian jam pelajaran yang berlangsung 45 menit untuk sekolah-sekolah lanjutan, di SD kelas I dan kelas II hanya 30 menit sedangkan pada kelas III sampai VI 40 menit.
c.       Semester
Satuan waktu pemberian jam pelajaran yang berlangsung selama 120 hari belajar efektif, sedangkan pengertian “ caturwulan “ yang digunakan di SD adalah satuan waktu yang berlangsung rata-rata 80 hari belajar efektif.


d.      Program Pendidikan Umum
Program pendidikan yang diberikan kepada semua siswa yang mencakup pendidikan moral Pancasila yang berfungsi sebagai pembinaan warga Negara yang baik jadi program umum wajub diikuti oleh siswa.
e.       Program Pendidikan Akademis
Program pendidikan yang diperlukan sebagai dasar untuk melanjutkan studi ketingkat pendidikan selanjutnya.
f.       Program Pendidikan Keterampilan
Pogram pendidikan yang dapat dipilih siswa ( keterampilan bebas ) dan ada juga yang bersifat terikat.
g.      Program Pendidikan Kejuruan
Program yang wajib diikuti siswa sesuai dengan jurusannya dan program ini terdiri atas dasar kejuruan, teori dan praktik kejuruan.



BAB 3
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN
Berdasarkan  dari makalah yang telah disusun maka dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar. Sementara pola-pola pengorganiasian terdiri dari , Separated Subject Curriculum, Correlated Curriculum, Integratet curriculum adapun kegiatan-kegiatan manajemen kurikulum terbagi menjadi dua  yaitu kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas guru dan kegiatan yang erat kaitannya dengan proses belajar-mengajar.

3.2  SARAN
Dalam makalah yang telah penulis susun masih banyak terdapat kekurangan, baik dari segi bahasa, susunan, maupun dari segi keterbatasan literatur. Oleh kerena itu, pembaca diharapkan untuk menambah dan melengkapi makalah tentang “ Manajemen Kurikulum “ dari makalah berikutnya.











DAFTAR PUSTAKA

Sugandhi,Achmad, Drs,dkk.1996. Belajar dan Pembelajaran..Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan : Semarang

Suryosubroto, B, Drs . 2010. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Rinaka Cipta : Jakarta
Beauchamp, 1981
Hilda Taba, 1962
Krugumi, 1956
Macdonal,1965